TUGAS MANDIRI 5-PENGANTAR ILMU EKONOMI DAN BISNIS-KAMPUS ITBI MILENIAL MEDAN

Nama: Falensius Mendrofa 

Kelas: PGI

Jurusan: Teknik Industri 


SOAL:

1. Carilah Perbedaan Antara Sistem Perekonomian Terbuka Dan Tertutup Dan Negara 

Mana Saja Yang Menganut Sistem Ekonomi Terbuka Maupun Tertutup!

2. Jelaskanlah komponen yang terdapat pada pengeluaran Agregat (AE)!

3. Coba jelaskan dalam bentuk narasi, sirkulasi aliran pendapatan dalam Perekonomian 

Terbuka atau perekonomian 4 sektor?

SELAMAT MENGERJAKAN 


👇👇JAWABAN 👇👇

1.Perbedaan Ekonomi Terbuka dan Tertutup

Dari penjelasan di atas, jelas terdapat perbedaan antara sistem ekonomi terbuka dan tertutup, yaitu terletak pada :

  1. Kebijakan ekonomi. Kebijakan yang diambil suatu negara terkait dengan ekonomi dan perdagangan internasional merupakan perbedaan mendasar antara ekonomi terbuka dengan ekonomi tertutup. Ekonomi terbuka memberikan kesempatan pada individu atau pun perusahaan-perusahaan untuk berkembang dan memperluas jaringan serta pasar. Sedang ekonomi tertutup mencegah hal terjadinya tersebut.
  2. Partisipasi dalam pasar modal. Perbedaan lain antara ekonomi terbuka dan tertutup adalah partisipasi sebuah negara dalam pasar modal. Pasar modal internasional yang terdiri dari bursa saham memberikan peluang bagi perusahaan negara atau pun swasta untuk mengumpulkan uang dari masyarakat luas dalam maupun luar negeri. Ekonomi terbuka memberikan kesempatan bagi individu dan perusahaan untuk membeli saham (investasi) sebuah perusahaan yang berada di luar negeri. Di samping itu ia juga bisa membeli mata uang asing yang dapat digunakan untuk berwisata di berbagai negara. Namun dalam sistem ekonomi tertutup, individu dan perusahaan tidak diperbolehkan menggunakan uangnya untuk berinvestasi di luar perbatasan negaranya. (Baca juga : Prinsip Ekonomi Syariah Islam)

Negara yang menerapkan sistem ekonomi tertutup cenderung mengisolasi diri dan memiliki kemandirian ekonomi. Saat ini, hampir semua negara di dunia melakukan sistem ekonomi terbuka. Hanya sedikit negara yang memberlakukan sistem ekonomi tertutup, di antaranya adalah Zimbabwe, Myanmar dan Korea Utara.beberapa negara yang menganut perekonomian tertutup. Berikut merupakan negaranya:

Zimbabwe

Negara pertama yang memasuki peringkat pertama dari perekonomian yang tertutup adalah negara Zimbabwe. Negara yang satu ini sebelum hari ini menjadi negara yang mengalami perekonomian merosot, mereka sendiri merupakan negara dengan kaya pangan. Maka dari itu, mereka tidak melakukan Impor untuk makanan. Walaupun hari ini perekonomian mereka merosot, namun mereka adalah negara dengan perekonomian tertutup.

Myanmar

Myanmar adalah negara kedua dengan perekonomian yang tertutup. Industri industri utama yang ada di negara Birma ini sendiri juga sekarang ini di kelola langsung oleh pasukan militer yang lebih banyak sekarang dihandle oleh perusahaan perusahaan negara dalam negeri sendiri. Ini membuat perusahaan swasta yang ada di myanmar sendiri sudah untuk berkembang. Walaupun sekarang Myanmar sudah membuka diri untuk negaranya bekerjasama dengan negara asing sendiri, banyak investor investor masuk di tahun 2008 silam. Tapi tergolong Myanmar masih semua perekonomiannya di pegang langsung oleh orang orang perusahaan dalam negeri.

Korea Utara

Apa yang ada di pikiran anda ketika mendengar mengenai negara Korea Utara? Jika anda merasa negara tersebut adalah negara yang tertutup, maka pendapat kita sama. Negara ketiga yang akan kita bahas mengenai Perekonomian tertutup adalah Korea Utara. Korea Utara memiliki perekonomian yang cenderung tertutup, banyak dari kegiatan perekonomian dalam negeri mereka itu di tentukan setiap perusahaan di dalam negeri. Dari cara mereka mengelola persenjataan dan lain sebagainya.

Korea Utara sering di sebut sebagai negara yang dimusuhi banyak sekali negara lainnya. Tidak ada kegiatan kerjasama antar Korea Utara dengan negara lain. Negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un ini memang saat ini mulai membuka diri mereka untuk negara lain seperti Amerika Serikat, dan negara kuat lainnya.

Venezuela

Pasti anda tidak asing dengan nama Venezuela bukan? Ya! Salah satu kota dan negara yang sangat kaya akan minyaknya ini malah menyampaikan bahwa negara ini memiliki cadangan minyak terbesar dan terbanyak di dunia. Namun senjata makan tuan, justru kelebihan mereka ini lah yang menjadikan banyak masalah di negaranya, terutama permasalahan perekonomian. Negara ini sebelumnya mengatur perekonomiannya sendiri karena banyaknya minyak tersebut, akhirnya pemerintah melakukan program sosial untuk menyetarakan kemiskinan di negara ini. Ketika negara hanya memikirkan penghasilan minyak ini sendiri akhirnya harga anjlok dan Venezuela akhirnya bangkrut.

Demikian merupakan 4 negara dengan perekonomian tertutup. Walaupun tidak semua, tapi banyak dari negara tersebut mengalami kemerosotan, dan tidak jarang yang memiliki negara bangkrut. Agar tidak terjadi hal yang sama, kita perlu mengetahui mengenai cara mengatasi pertumbuhan ekonomi.

2.Berikut ini adalah lima komponen pengeluaran agregat :

1. Konsumsi Rumah Tangga ( C )
Menurut Keynes, besarnya konsumsi rumah tangga sangat dipengaruhi oleh pendapatan disposabel (Yd) saat ini. Fungsi konsumsi dinyatakan dalam formula C = Co + bYd atau C = a  + bYd, di mana pendapatan disposabel adalah pendapatan setelah dikurangi pajak (T), atau Yd = Y – T.  Pendapatan yang diperoleh rumah tangga tidak seluruhnya digunakan untuk konsumsi, tetapi ada sebagian yang digunakan untuk menabung. Secara matematis, hal ini dapat ditulis sebagai berikut :

Keterangan : Y = Pendapatan,
C = Konsumsi,
S = Tabungan .
Dari persamaan Y = C + S dapat disimpulkan bahwa :
– Pada pendapatan yang rendah rumah tangga mengorek tabungan.
– Kenaikan pendapatan menaikkan pengeluaran konsumsi.
– Pada pendapatan yang tinggi rumah tangga menabung.
Hubungan antara konsumsi, tabungan dan pendapatan seperti yang telah diformulasikan dalam persamaan Y = C + S dapat dilihat lebih jauh kecondongannya, baik dari konsumsi maupun tabungan. Pada konsumsi , ada dua konsep yang perlu dipahami : (1) marginal propensity to consume (MPC) dan (2)  average propensity to consume (APC). Pada tabungan , yang perlu kita pahami adalah : (1) marginal propensity to save ( MPS) dan (2) average  propensity to save (APS).
 Marginal Propensity to Consume (MPC). MPC  atau kecenderungan mengkonsumsi marjinal merupakan perbandingan antara pertambahan konsumsi dengan pertambahan pendapatan yang diperoleh. MPC dapat diformulasikan sebagai berikut :

a3

Keterangan :
∆C = pertambahan konsumsi ( C2 – C1 );
∆Y = pertambahan pendapatan disposabel (Y2 – Y 1 )

 Average Propensity to Consume (APC). APC atau kecondongan mengkonsumsi rata-rata merupakan perbandingan antara tingkat pengeluaran konsumsi dengan tingkat pendapatan disposabel pada saat konsumsi tersebut dilakukan (Y). Rumusnya adalah sebagai berikut :

Keterangan :
C = Tingkat konsumsi;
Y = Tingkat pendapatan disposabel.

 Marginal Propensity to save (MPS). MPS atau kecenderungan menabung marjinal merupakan perbandingan antara pertambahan tabungan dengan pertambahan pendapatan disposabel. MPS dapat diformulasikan sebagai berikut :

New Picture
Keterangan :
∆S = Pertambahan tabungan (S2 – S1 )
∆Yd = Pertambahan pendapatan   (Y2 – Y 1 )

 Average Propensity to Save ( APS). APS atau kecondongan menabung rata-rata merupakan perbandingan antara tingkat tabungan (S) dengan tingkat pendapatan disposabel pada saat konsumsi tersebut dilakukan (Yd). Rumusnya adalah sebagai berikut :.

unduhan

Keterangan :
S = Tabungan
Yd = Tingkat pendapatan disposabel

 MPC + MPS = 1 dan APC + APS = 1

 Hubungan antara konsumsi dan pendapatan dapat pula digambarkan menggunakan kurva konsumsi. Kurva konsumsi memiliki kemiringan positif. Ini berarti kenaikan pendapatan akan menyebabkan kenaikan konsumsi. Sedangkan hubungan antara tabungan dan pendapatan digambarkan menggunakan kurva tabungan.

 Berikut ini adalah bentuk kurva konsumsi (a) dan tabungan (b):

(a) Kurva Konsumsi

(b) Kurva Tabungan

2.  Investasi Perusahaan (I)
Dalam membicarakan mengenai investasi perlu disadari perbedaan di antara investasi fisik dan investasi keuangan. Pemilik pemilik modal yang membeli saham – saham di bursa saham selalu dipandang sebagai melakukan investasi dan pembelian ini dapat digolongkan sebagai investasi yang bersifat keuangan.  Analisis ekonomi lebih menumpahkan perhatian kepada investasi yang bersifat fisik dan investasi seperti ini terutama meliputi perbelanjaan perusahaan-perusahaan untuk membeli barang barang modal untuk meningkatkan kemampuan suatu perekonomian menghasilkan barang dan jasa di masa depan.
Penentu penentu Investasi :
 Suku bunga
Hubungan di antara investasi dan suku bunga adalah bersifat berbalikan,  suku bunga tinggi maka gairah perusahaan untuk melakukan investasi merosot dan sebaliknya apabila suku bunga rendah maka gairah untuk melakukan investasi meningkat. Hubungan berbanding terbalik (korelasi negatif) antara tingkat suku bunga dan jumlah investasi ( permintaan investasi) yang akan dilakukan pada suatu periode tertentu dapat dilihat dalam Kurva Investasi seperti di bawah ini :

Titik A menggambarkan pada suku   bunga r0 sebanyak I0 investasi akan dilakukan perusahaan-perusahaan dalam perekonomian. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada waktu yang sama, nilai investasi untuk melaksanakan suatu proyek yang memberikan tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) setidak-tidaknya sama dan melebihi r0 adalah I0. Pada titik B menunjukkan bahwa pengurangan suku bunga dari r0 menjadi r1 menyebabkan investasi perusahaan dalam perekonomian meningkat dari I0 menjadi I1. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada waktu yang sama, nilai investasi untuk melaksanakan suatu proyek yang memberikan tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) setidak-tidaknya sama dan melebihi r1 adalah I1.
Hubungan di antara investasi dan suku bunga bersifat demikian oleh karena alasan penting dari perusahaan-perusahaan untuk melakukan investasi adalah untuk memperoleh keuntungan. Tingkat bunga yang tinggi akan mengurangi keuntungan yang akan diperoleh dan mengurangi gairah para pengusaha untuk melakukan penanaman modal. Semakin rendah suku bunga, semakin tinggi prospek untuk mendapat keuntungan dan ini akan meningkatkan gairah para pengusaha untuk melakukan investasi.
 Ekspektasi mengenai kegiatan ekonomi di masa depan
Seseorang pengusaha melakukan investasi pada masa ini dengan harapan memperoleh keuntungan di masa depan. Sebelum melakukan investasi dia perlu terlebih dahulu menentukan prospek penjualan dan keuntungan yang akan didapatnya di masa depan dari melakukan investasi di masa kini. Oleh sebab itu ramalan mengenai keadaan ekonomi pada masa depan sangat penting dalam menentukan investasi pada masa kini. Apabila diramalkan bahwa ekonomi akan semakin pesat perkembangannya di masa depan, para pengusaha akan lebih bergairah untuk melakukan investasi. Sebaliknya, apabila diramalkan kegiatan ekonomi akan semakin lesu, maka ini akan mengurangi gairah untuk melakukan investasi.
 Kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi akan meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya produksi. Kemajuan teknologi yang berlaku di berbagai kegiatan ekonomi akan mendorong lebih banyak investasi. Semakin besar biaya yang diperlukan untuk melakukan perombakan dalam teknologi yang digunakan, semakin banyak investasi yang akan dilakukan
3.  Pengeluaran Pemerintah (G)
Pengeluaran pemerintah juga dipandang sebagai perbelanjaan otonomi karena pendapatan nasional bukanlah merupakan faktor penting yang akan mempengaruhi keputusan pemerintah untuk menentukan anggaran belanjanya. Pada dasarnya ada tiga faktor penting yang akan menentukan pengeluaran pemerintah pada suatu tahun tertentu, yaitu:
(i) pajak yang diharapkan akan diterima,
Setiap perekonomian akan mengutip pajak dan beberapa pungutan pemerintah yang lain. Salah satu tujuan dari pengutipan pajak tersebut adalah untuk mengenakan pembayaran atas jasa jasa yang disediakan pemerintah seperti menyediakan infrastruktur, administrasi pemerintah dan aparat keamanan (polisi dan tentera). Di samping itu ia bertujuan untuk menyeimbangkan pendapatan berbagai golongan masyarakat dan daerah.
Tujuan lain adalah untuk mengumpulkan dana yang akan digunakan untuk mendorong pembangunan yang lebih cepat di masa depan .
(ii) Pertimbangan politik
Pertimbangan pertimbangan politik selalu menyebabkan pemerintah melakukan perbelanjaan yang jauh lebih besar dari penerimaannya. Ancaman dari luar atau kekacauan politik di dalam negeri memaksa berbagai negara untuk membelanjakan uang yang lebih banyak untuk menjaga ketenteraman negara. Menyediakan infrastruktur dan anggaran belanja ke berbagai daerah juga merupakan faktor penting lain yang akan mendorong pemerintah melakukan perbelanjaan yang jauh lebih besar dari penerimaan pajaknya. Salah satu pertimbangan politik penting yang akan mempengaruhi anggaran belanja pada masa kini adalah keinginan untuk mempercepat proses pembangunan di masa depan. Mewujudkan kegiatan ekonomi yang teguh. Setiap negara akan selalu berusaha mencapai kesempatan kerja penuh. Tetapi sering sekali keadaan yang diidam idamkan ini tidak tercapai. Bahkan adakalanya kemerosotan ekonomi yang serius berlaku dan tingkat pengangguran sangat tinggi. Dalam keadaan seperti itu para pengusaha tidak mempunyai gairah untuk melakukan investasi dan rumah tangga menjadi semakin berhati hati membelanjakan uangnya. Hal seperti ini akan memperburuk keadaan kemunduran ekonomi yang berlaku. Untuk menghindarinya pemerintah perlu meningkatkan pengeluarannya.

4.  EKSPOR (X)

Besarnya ekspor memberikan gambaran tentang besarnya permintaan  luar   negeri terhadap produk domestik. Karena itu besarnya ekspor sangat ditentukan oleh faktor-faktor eksternal ysng berada di luar kendali kekuatan domestik, misalnya pendapatan nasional negara tujuan ekspor, harga relatif dan selera. Karena itu fungsi ekspor umumnya dianggap eksogenus.  Ekspor akan memberikan efek yang positif kepada kegiatan ekonomi negara karena ia merupakan pengeluaran penduduk negara lain atas barang-barang yang dihasilkan di dalam negeri.
5.  IMPOR (M)
Impor menimbulkan efek yang sebaliknya, yaitu pengeluaran atas barang   impor meningkat. Ini berarti pendapatan yang diterima telah dibelanjakan untuk membeli barang yang diproduksikan di negara-negara lain dan mengurangi perbelanjaan terhadap barang-barang dalam negeri. Impor sesuatu negara juga ditentukan oleh beberapa faktor yang menentukan ekspor, yaitu daya saing negara lain di negara tersebut, proteksi perdagangan yang dilakukan negara tersebut dan kurs valuta asingnya.  Penentu impor yang utama adalah pendapatan masyarakat sesuatu negara, semakin tinggi pendapatan masyarakat semakin banyak impor yang akan mereka lakukan.
Dari penjelasan di atas mengenai komponen-komponen pengeluaran agregat maka total pengeluaran agregat adalah total penjumlahan nilai konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, ekspor dan impor. Jika pengeluaran agregat dinotasikan sebagai AE, maka :
AE = C + I + G + (X – M)    = Co + b Y + Io + Go + (Xo – Mo )
KESEIMBANGAN PENDAPATAN NASIONAL.

3.

4 Sektor

Perekonomian 4 sektor / Perekonomian terbuka adalah suatu negara yang memiliki hubungan ekonomi dengan negara lain.

Dalam perekonomian terbuka beberapa produksi dalam negeri diekspor atau dijual di luar negeri dan di samping itu, ada juga barang-barang di negara itu yang diimpor dari negara lain.

Ekonomi terbuka juga disebut ekonomi empat sektor, yaitu ekonomi yang dibagi menjadi empat sektor, yaitu:

  1. Sektor Rumah Tangga (Households Sector) – yang terdiri dari sekelompok individu yang dianggap homogen & identik.
  2. Sektor Perusahaan (Firms Sector) –yang terdiri dari sekelompok perusahaan yang memproduksi brg & layanan.
  3. Sektor Pemerintah (Goverment Sector) – yang memiliki kewenangan politik untuk mengatur kegiatan masyarakat & perusahaan.
  4. Sektor Asing (Foreign Sector) – yaitu sektor ekonomi dunia, di mana ekonomi melakukan transaksi ekspor-impor.

Mekanisme Perekonomian 4 Sektor

perekonomian 4 sektor

Ini disebut kegiatan ekonomi empat sektor karena kegiatan ini tidak hanya melibatkan pelaku ekonomi domestik (dalam negeri), tetapi juga masyarakat ekonomi di luar negeri.

perekonomian 4 sektorBerdasarkan diagram circular flow diatas terdapat 4 komponen yaitu:

1. Rumah Tangga

Hubungan dengan Perusahaan

Awalnya rumah tangga menjual sumber daya manusia yang dimilikinya kepada perusahaan. Dari interaksi antara rumah tangga dan perusahaan, mereka disatukan dalam pasar tenaga kerja.

Kemudian dari penjualan SDM, rumah tangga mendapatkan penghasilan yang terdiri dari sewa, bunga, upah dan keuntungan. Ini disatukan di pasar keuangan & lembaga keuangan.

Hubungan dengan Pemerintah

Dalam hubungan ini rumah tangga menyetorkan sejumlah uang sebagai pajak pada pemerintah dan rumah tangga menerima kwitansi dalam bentuk gaji, bunga, pendapatan non-remunerasi dari pemerintah (dalam bentuk pajak).

Hubungan dengan negara lain

Untuk dapat mencapai hubungan dengan negara lain, rumah tangga di haruskan untuk melewati pasar barang dan pasar luar negeri. Rumah tangga mengimpor barang dan jasa dari luar negeri guna memenuhi kebutuhan hidup.

2. Perusahaan

Perusahaan adalah kombinasi dari unit aktivitas yang menghasilkan barang dan jasa.

Hubungan dengan Rumah Tangga

perusahaan memproduksi produk dalam bentuk barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat. Kemudian perusahaan mendapatkan penghasilan dari penjualan produk-produknya.

Interaksi ini terpenuhi di pasar barang. Pasar Barang adalah pasar yang menyatukan penawaran dan permintaan barang dan jasa. Pasar barang sering disebut sektor riil.

Hubungan dengan Pemerintah

Perusahaan membayar pajak kepada pemerintah dan perusahaan menjual produk dan layanan kepada pemerintah melalui pasar barang.

Hubungan dengan Dunia Internasional

Perusahaan mengimpor produk dan layanan dari luar negeri melalui pasar barang dan pasar luar negeri. Dari hasil penjualan tersebut perusahaan mendapatkan untung / untung.

3. Pemerintah

Bertindak sebagai pembuat dan pengatur kebijakan komunitas dan bisnis.

Hubungan dengan RumahTangga

Pemerintah menerima pembayaran pajak rumah tangga untuk keperluan operasional, pengembangan, dan kebutuhan lain untuk mengembangkan negara.

Hubungan dengan Perusahaan

pemerintah mendapatkan pendapatan pajak dari perusahaan dan pemerintah juga membeli produk dari perusahaan berdasarkan dana anggaran yang ada.

4. Negara lain

Hubungan dengan rumah tangga

Negara-negara lain (internasional) menyediakan barang dan jasa untuk kepentingan rumah tangga yang dilakukan di pasar luar negeri,dari pasar luar negeri hingga pasar barang domestik sehingga produk yang dihasilkan dapat dibeli oleh rumah tangga. Sehingga dari transaksi jual beli ini negara lain mendapat untung / untung.

Hubungan dengan Perusahaan

Dunia internasional (negara lain) mengekspor produk mereka ke bisnis perusahaan. Aliran barang dan jasa juga melewati pasar domestik dan kemudian masuk ke pasar barang. Dari proses tersebut juga menghasilkan untung.

Konsep Keseimbangan Perekonomian 4 Sektor

Pendapatan Nasional Keseimbangan

Berikut syarat keseimbangan nasional dalam perekonomian terbuka, yaitu:

Y = C + I + G + (X – M)    dan    I + G + X = S + T + M

Keterangan :

Y = Tingkat Pendapatan

C = Konsumsi

I  = Investasi

G  = Pengeluaran Pemerintah

X = Ekspor

M = Impor

S  = Tabungan

T  = Pajak

Dalam perekonomian 4 sektor/perekonomian terbuka, akan menciptakan 2 aliran baru dalam sirkulasi aliran pendapatan, diantaranya:

  1. Aliran pendapatan diterima dari ekspor, yang merupakan “suntikan” ke aliran pendapatan.
  2. Aliran pengeluaran untuk membeli barang-barang yang diimpor dari negara lain, yang merupakan “bocoran” ke aliran pendapatan.

perekonomian 4 sektor

Ciri-ciri Pokok dari Aliran Pendapatan Perekonomian Terbuka

Rumah tangga menerima aliran pendapatan dalam bentuk gaji/upah, sewa, bunga & keuntungan, dan pendapatan digunakan untuk:

  1. Pengeluaran konsumsi (membeli barang & jasa yang diproduksi oleh perusahaan domestik)
  2. Membayar pajak
  3. Impor (membeli barang dari luar negeri)
  4. Menabung ke Bank/Lembaga Keuangan.









Komentar